Posts

Sang Penjudi - Puisi Dewasa

Image
Sang Penjudi Anaknda sang penjudi Tak tahu untung atau rugi Hanya tahu main judi Disela nafas, melintas ramah Bulat lepas, baru dijamah Langit panas, berpeluh kesah Bertambah ganas, alirkan darah Anaknda tak tahu mati Tak kenal mati dan tak ingin mati Judi bukan karena uang dibawa mati Uang ada harga, penukar mati Bila ayahanda tak rela Anaknda tak sudi berhela-hela Habis dihina kurus dicela Hidup mati tak ada yang bela Tapi anaknda hanya penjudi ama Anaknda hanya tahu main judi ina Timur, barat, utara, selatan, dimana? Kemana gerangan, panah kelana, akhir merana? Harap untuk tidak diartikan, karena dapat berakibat fatal. Wkwk Bercanda. ;) Please Enjoy! Terima kasih telah membaca! :)  

Mencintaimu, Membebaniku

Image
Bibirku harus berbicara jauh lebih banyak dari yang aku mau dan bukan aku yang mau. Telingaku harus mendengar jauh lebih banyak dari yang aku butuh dan bukan aku yang butuh. Mataku harus terbuka jauh lebih lama dari yang aku harapkan dan bukan aku yang harapkan. Pikiranku harus berputar jauh lebih lama dari yang aku inginkan dan bukan aku yang inginkan. Hanya saja, aku tak bisa, tak dapat, tak mampu dan tak boleh menolak. Karena Kamu #Membebaniku , Tapi Aku #Mencintaimu Karena bintang telah terbang ke langit. Karena gelap kilaukan bintang. Karena waktu hadirkan gelap. Karena Hidup adalah waktu. Karena aku ada dan hidup. Karena aku membebanimu. Karena Kamu mencintaiku. Karena terlalu banyak alasan. Dan aku tak bisa elakkan.

Cinta, bagiku sang pemimpi..

Image
Anda pasti tahu cinta itu apa.. Ada yang bilang,”Cinta itu adalah perasaan indah yang mengalir dalam darah setiap insane dan siap menggebu ketika insane idaman telah di hadapan”. Ada yang bilang,”Cinta itu dari mata turun ke hati”. Ada yang bilang,”Cinta itu perasaan hati yang teramat bahagia tentang seorang insane idaman”. Tapi cukup dengan itu. Apapun kata-kata anda, semuanya benar… Suatu kata yang disebut ‘Cinta’,, bagiku “sang pemimpi” : “ Cinta adalah Cahaya ” Di atas pijakan bumi, telah tercipta tak terhitung pasangan insane yang telah memulai cahayanya. Ada cahay terang,, ada yang sedikit redup, ada yang berkelap-kelip, ada yang begitu indah, hingga ada cahaya yang kembali padam. Tercipta pula insane yang begitu indah hingga ia sanggup menyalakn cahay hidupnya meski dengan sakit bahwa insane idaman telah bercahaya dengan insane lain. Namun pada keadaan berbeda, tercipta insan yang begitu rapuh dengan cahaya yang tak dapat lagi bersinar dalam genggamannya, ...

Cinta, Mengapa Pergi?

Langit masih biru.. Matahari tetap terik.. Burung tegar bernyanyi.. Tapi kamu telah hilang... Bumi... Serakus itukah..? Tak bisakah kau sedikit sabar..? Hingga aku dan dia mengucap janji suci..? Terlalu cepat kau mengambilnya Baru sesaat aku merasakan kehangatannya.. Kini ia dingin sekujur tubuhnya.. Cinta... mengapa pergi tak bersamaku ?

Semangatku

Di depanku rawa buaya Di punggungku terbentang gurun pasir Di sampingku tanah terjal yang ditunggui batu runcing Tak ada jalan Oh.. benarkah? Tapi aku menggenggam pedang serta tali Tak akan aku rela berjalan hanya disana Bulan masih menungguku ‘kan ku jadikan buaya perahuku Atau jembatanku ke seberang jurang Atau ku jadikan tas untuk bekalku di gurun Apapun itu.. Kemanapun jalannya.. Tak ada getaran letih Akan ku gapai cita-citaku... Bulan

Aku, seorang pecundang!

Aku, seorang pecundang yang hanya mengeluh... Se-sakit apa diriku??? Hmh,, pasti banyak yang jauh lebih sakit dariku... Tapi se-sepi apa mereka??? Hmh,, aku jauh lebih kesepian... Mereka yang tahu, kini mulai jauh... Mereka yang tak tahu tidak mungkin kuberi tahu... Ini bukan sekedar cinta... Ini masalah hidup... Ini bukan hanya milikku... Ini mengenai takdir... Bukan sekedar pikiranku atau hatiku yang jadi korban... Seluruh hidupku... Bahkan Tuhanku tak dapatkan yang menjadi Hak-NYA... Ada masalah ikatan manusia disini... Bukan hanya masalah yang lurus,,, Namun ada salah paham terselip... Itu bukan salah mereka... Aku terpaksa... Aku tak berani meski untuk menangkap retinanya... Entah sampai kapan... Boleh jadi selamanya... Meski ku berharap tak perlu ku simpan... Karna ku berharap semua ‘kan usai... Andai saja cinta yang kuharapkan benar indah... ...

Waktuku

Waktuku... Ku merindukanmu Di setiap detikku,, ku ingin kau tetap Namun tak berdaya,, engkau tetap pergi Kau,, tak kusangka begitu tega Datang tersenyum Pergi tersenyum Tak tahukah? Aku di sini menangis.. Bukan hanya cinta, Ada sahabat, ada saudara, ada teman, Ada guruku, ada pamanku, ada lawanku Aku mencintai mereka.. Dan kau yang mengantarkan rasa itu... Kini,, aku mencintai yang tak bisa kumiliki.. Cinta yang dulu tulus dan pantas,, Berubah tak pantas dan menakutkan... Maaf untuk kalian,, aku tak bisa terlalu berlama Aku hanya karng kecil Yang mencoba tegak terhempas ombak Hingga nanti aku terhanyut... Rindu